Geliat Porlep Liar di Bandara Soekarno-Hatta, “Tangkap Pagi Sore Lepas”

Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Provinsi Banten hingga kini agaknya belum bisa disetarakan dengan bandara-bandara internasional di sejumlah negara lain. Salah satu sisi buruk yang hingga kini masih sering dijumpai di sekitar kawasan bandara ini adalah banyaknya jasa tenaga porter lepas (porlep) liar yang bergentayangan mencari mangsa.   Padahal, pihak PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola bandara Soekarno-Hatta sudah sejak lama melarang keberadaan tenaga porlep.
Namun, hingga kini masih saja ada tenaga porlep yang secara leluasa menguber dan bahkan setengah memaksa saat menawarkan jasa mereka
n Bersambung ke hal 5
untuk mengangkat barang bawaan penumpang yang baru tiba di bandara itu. Situasi ini membuat kesal dan bahkan menjadikan bandara itu tidak mampu memberi kenyamanan kepada penumpang yang tiba dan saat akan berangkat.
Pihak PT AP II diyakini mengetahui secara langsung praktik porlep liar di bandara tersebut, tetapi mereka terkesan menutup mata atas ulah penyedia jasa yang tidak resmi itu.
Dari pantauan wartawan Nasional Pos, belum lama ini, sejumlah petugas ketertiban dari bagian sekuriti dari PT ABB yang ditunjuk PT AP II untuk melaksankan tugas pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta,  tampak merazia dan bahkan menangkap para porlep liar itu.
Di bandara kebanggan bangsa Indonesia ini juga banyak berkeliaran secara leluasa penjaja taksi liar dan ojek.
Ironisnya, upaya penertiban terhadap penjual jasa tidak resmi itu diperkirakan kurang serius. Bahkan, ada di antara oknum petugas ketertiban itu diduga sengaja melepaskan porlep dan termasuk beberapa orang pedagang asongan yang sudah mereka jarring. Tidak tertutup kemungkinan, hal itu disinyalir terjadi setelah ada “deal” dengan oknum petugas.
Beberapa pekerja di bandara itu mengaku sudah tidak heran lagi dengan aksi penangkapan terhadap porlep tersebut. Bahkan, mereka mensinyalir ada semacam “pat gulipat” atau kesepakatan antara oknum petugas di lapangan dengan para porlep. “Tangkap pagi lepas sore, itu sudah biasa,” ujar Rusdi, salah seorang pekerja di salah satu perusahaan yang berkantor di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Satu-satunya solusi untuk menuntaskan masalah penyedia jasa tidak resmi di bandara Cengkareng itu, menurut dia, pihak PT AP II sudah saatnya meninjaun kembali atau memutus kontrak kerja di bidang sekuriti dengan PT ABB yang diperkirakan memperkerjakan petugas yang tidak professional. (BM)

Leave a Reply